SURABAYA - Banyak cara memberikan ilmu terapan bisnis ke siswa. Salah satunya dilakukan Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) kemarin. Mereka mengumpulkan 150 siswa SMA se-Jawa Timur untuk mengikuti Virtual Business Challenge (VBC).
Ketua Panitia VBC Jonie Hermanto (SQL) mengatakan, acara itu merupakan rangkaian permainan yang dihelat untuk memberikan gambaran tentang realitas dunia bisnis. Dalam VBC, setidaknya ada 15 jenis bisnis yang dijadikan sebagai simulasi.
Di antaranya bisnis properti dan lelang mobil motor, perbankan, money changer, saham, pegawai pemerintah, pegawai kantor, hingga jasa sebagai seorang model. Dalam permainan itu, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok tiga siswa.
Dia menjelaskan, dalam permainan itu, panitia mengaplikasikan perangkat-perangkat teknologi. Di antaranya RF ID atau uang berbentuk kartu voucher, SMS gateway untuk mengetahui saldo, dan enskirpsi (sistem kode rahasia).
Cara mainnya, mereka diberi panitia sejumlah uang sebagai modal. ''Uangnya berbentuk RF ID, yaitu uang virtual yang ada dalam kartu,'' ujarnya.
Para siswa lantas diberi keleluasaan untuk mempergunakan uang tersebut. Intinya, uang itu harus bertambah. ''Siapa yang terbanyak mengumpulkan uang, dia yang menang,'' katanya.
Dengan aturan main itu, peserta memutar otaknya untuk mencoba-coba bisnis apa yang banyak menghasilkan uang. ''Permainan ini akan menguji insting bisnis, kerja tim, dan logika berpikir masing-masing peserta,'' ujarnya.
Salah satunya tim dari SMAK St Hendrikus yakni Revaldi Limantara, Renando Sugiarto, dan Edric wijaya. Mereka mencoba menginvestasikan uangnya untuk membeli mobil. Dalam pembelian mobil itu, mereka juga diberikan wawasan tentang perhitungan untung rugi, besar pajak, dan nilai investasinya.
Selain membeli mobil, mereka juga mencoba menginvestasikan dengan membeli saham. Dalam bisnis saham itu, mereka harus menghitung dengan cermat agar mereka mendapat keuntungan.
Ada juga yang memilih bekerja di office seperti yang dilakukan tim dari SMAN 1 Kertosono (Sayida Hanifa, Miftahur Roziqin, dan Fauza Ikhwanul Muslim). Mereka bekerja di office untuk mendapatkan upah.
Dalam lomba itu, pemenang pertama berhak membawa pulang Rp 1,5 juta. Pemenang kedua Rp 1 juta, dan pemenang ketiga mendapat Rp 750 ribu. Dalam lomba ini, pemenang pertama diraih oleh tim dari SMA Frateran. Pememang kedua dari SMAN 5 Surabaya, dan diikuti SMA Petra 2 Surabaya.
Jumat, 27 November 2009
Belajar Realitas Bisnis ala STTS
Diposting oleh XIIsosSiji-education di 06.54
Label: bErita sEpuTar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar